Categories
Uncategorized

Ciri-ciri Indikator Literature Review yang Baik – dvsinc.org

Tinjauan pustaka merupakan salah satu model penelitian yang harus dilakukan oleh seorang peneliti, mengingat manfaat yang sangat besar yang menyertainya. Namun melakukan literature review merupakan pekerjaan yang sangat berat, dimana hasilnya belum tentu berkualitas baik bahkan bagus. Apa saja ciri-ciri literature review yang baik?

Salah satu hal yang pasti akan dilakukan oleh literature review bukanlah pekerjaan yang mudah. Melakukan tinjauan pustaka yang berkualitas membutuhkan banyak usaha dan juga membutuhkan keterampilan yang baik, seperti kemampuan berpikir analitis dan komprehensif. Namun dalam hal ini masih banyak peneliti yang masih menyepelekan pelaksanaan tinjauan pustaka, bahwa melakukan tinjauan pustaka merupakan pekerjaan yang mudah karena masih banyak terjadi kesalahpahaman atau salah pengertian terkait dengan tinjauan pustaka itu sendiri.

Kesalahpahaman yang sering terjadi dalam tinjauan pustaka

Di bawah ini adalah beberapa kesalahpahaman terkait tinjauan pustaka yang masih sering terjadi di kalangan peneliti. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Tinjauan pustaka adalah artikel sederhana. Tinjauan literatur yang berkualitas dan berpengaruh bukan hanya cerita naratif sederhana tentang keadaan sains saat ini untuk bidang penyelidikan tertentu. Di sisi lain, melakukan tinjauan pustaka membutuhkan.

Evaluasi kritis dari literatur yang ada dan keterbatasannya Diskusi mendalam tentang wawasan teori yang digunakan dalam bidang tertentu, untuk mengisi kesenjangan penelitian yang telah diidentifikasi. Perumusan pertanyaan penelitian yang cermat untuk menghasilkan ide-ide baru sebagai panduan untuk melakukan penelitian masa depan di bidang yang dipilih.

  • Melakukan tinjauan pustaka membutuhkan sedikit waktu. Memang, melakukan tinjauan pustaka membutuhkan waktu yang lama, mengingat banyaknya literatur yang harus dianalisis dan literatur yang terfragmentasi di berbagai bidang.
  • Tinjauan literatur dapat dilakukan sendiri. Padahal, mengingat diperlukan analisis yang menyeluruh dan ekstensif (lengkap), maka kajian pustaka yang baik harus dilakukan secara kerjasama, dengan minimal 3 peneliti, agar analisis yang dilakukan secara efektif dapat dilihat dari sudut pandangnya. pandangan bidang ilmiah yang berbeda tetapi saling berhubungan.

Oleh karena itu, tinjauan pustaka yang berkualitas dan memiliki pengaruh luas relatif lebih sulit untuk dibuat dan diterbitkan daripada artikel penelitian lainnya karena tinjauan pustaka memerlukan tingkat kematangan tertentu, pengalaman jangka panjang, dan pemahaman yang mendalam tentang bidang yang diteliti.

Tinjauan literatur berkualitas

Tinjauan pustaka yang berkualitas tidak sekedar menyajikan fakta-fakta terkait hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Penulis tinjauan pustaka bukanlah seorang jurnalis. Pertanyaan mendasar yang harus diajukan sebelum melakukan tinjauan pustaka adalah Mengapa hal ini penting? Pertanyaan ini selain menanyakan mengapa peneliti melakukan tinjauan pustaka, juga menanyakan mengapa peneliti memilih bidang tertentu sebagai topik dan mengapa peneliti mengajukan pertanyaan penelitian tersebut?

Apa saja jenis-jenis atau jenis-jenis resensi literatur?  - Ilmu Pendidikan - Komunitas Dictio

Peneliti dapat mengembangkan pertanyaan dasar ini menjadi beberapa pertanyaan lanjutan, seperti Apa yang baru (benar-benar baru), menarik, dan layak untuk diulas, yang tidak ditampilkan atau dijelaskan dalam ulasan sebelumnya? Kemungkinan jawabannya adalah karena topik yang dipilih belum pernah diulas sebelumnya, meskipun telah banyak upaya ilmiah dan penelitian empiris tentang topik tersebut. Atau mungkin tinjauan terakhir pada subjek dilakukan lebih dari satu dekade yang lalu dan subjek telah berkembang sejak tinjauan terakhir dilakukan. Selain itu, pertanyaan penelitian yang baik dapat menyoroti kontroversi yang ada dan menawarkan saran untuk memperbaiki masalah ini dan mengisi kesenjangan yang tersisa dalam literatur. Berikut ini adalah checklist yang harus dipenuhi peneliti saat melakukan tinjauan pustaka yang berkualitas:

  • Kajian harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk semua sumber ilmiah yang relevan dan temuan penelitian empiris. Kesalahan yang sering terjadi adalah review hanya memuat kumpulan jurnal atau artikel yang relevan dengan topik penelitian yang dipilih.
  • Review harus dilakukan secara jujur ​​ketika menyoroti kekuatan dan kelemahan studi yang ada. Kesalahan yang sering dilakukan adalah review hanya menyoroti agenda tertentu dan kelemahan penelitian sebelumnya sengaja dikaburkan.
  • Tinjauan yang dilakukan harus memberikan ringkasan mendalam dari literatur yang ada dan melaporkan tema-tema utama dalam studi yang ada. Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa setiap artikel yang dipilih diringkas dengan sangat rinci, yang mengarah pada rasio intuisi pencari terhadap panjang halaman yang rendah. Dengan kata lain, tinjauan pustaka hanyalah kumpulan ringkasan dari penelitian sebelumnya, dengan analisis yang sangat sedikit oleh peneliti.
  • Tinjauan harus dapat menyoroti wawasan unik yang tidak akan terlihat dengan membaca satu artikel ilmiah atau empiris tentang subjek tersebut. Kesalahan yang sering dilakukan adalah review hanya sebatas menguraikan isu/masalah umum.
  • Tinjauan yang dilakukan menyangkut topik hangat, memperbarui tinjauan sebelumnya, atau memasukkan unsur-unsur lain yang akan menyebabkan munculnya minat yang lebih besar bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian tentang masalah tersebut.
  • Kajian tersebut ditulis dengan menarik, sehingga berpotensi untuk menghubungkan berbagai latar belakang disiplin ilmu dan berbagai pendekatan metodologis. Penggunaan gambar dan tabel disarankan untuk memberikan “blueprint” bagi penelitian, baik penelitian konseptual maupun penelitian empiris di masa yang akan datang, sehingga dapat memajukan kemajuan ilmiah di bidang atau topik. Kesalahan yang sering dilakukan adalah banyaknya tabel yang mengisi halaman laporan, namun tidak menjelaskan tema-tema pada trend tertentu pada pokok bahasan yang sedang dibahas.

Contoh dari penelitian tinjauan pustaka

Literatur-review-tesis.png

  • Penelitian ini dilakukan oleh David J. DeWitt dari University of Wisconsin dan Jim Gray pada tahun 1992 dengan judul “Parallel Database Systems: The Future of High Performance Database Processing”. Penelitian ini dilakukan dengan konsep database terdistribusi, yaitu database yang disimpan pada beberapa komputer yang terdistribusi di antara mereka sendiri. Dalam studi ini dijelaskan bahwa sistem database paralel mulai menggantikan mainframe komputer besar untuk kegiatan pemrosesan data dan transaksi. Database komputer paralel memiliki arsitektur yang berkembang dari menggunakan perangkat lunak eksotis ke perangkat keras paralel. Seperti kebanyakan aplikasi, pengguna menginginkan perangkat keras sistem basis data yang murah dan cepat. Ini mempengaruhi prosesor, memori dan disk. Akibatnya, konsep perangkat keras basis data yang eksotis tidak sesuai dengan teknologi saat ini. Di sisi lain, ketersediaan mikroprosesor yang cepat, murah, dan kecil telah menjadi paket standar yang murah namun cepat, menjadikannya platform yang ideal untuk sistem basis data paralel. Stonebraker mengusulkan desain sederhana untuk spektrum desain, yaitu memori bersama, disk bersama, dan tidak berbagi apa pun. Dan bahasa yang digunakan dalam database adalah SQL sesuai standar ANSI dan ISO. Dengan penelitian ini, kami dapat mengembangkan sistem database sehingga dapat digunakan di berbagai bidang.